Thursday, August 18, 2011

Test Ride Honda Blade Generasi Baru


Jakarta - Sesaat setelah peluncuran Honda Blade, PT Astra Honda Motor langsung memberikan kesempatan bagi detikOto untuk mencoba Blade generasi terbaru. Dilihat dari tampangnya, motor ini jelas berbeda dengan Honda Blade yang sebelumnya ada. Tapi bagaimana dengan kemampuannya?

Pengetesan dilaksanakan di lapangan parkir kolam renang Senayan.

Jadi disini, kita tidak berbicara mengenai berapa topspeed yang sanggup diraih motor ini, tapi lebih ke bagaimanan akselerasi dan handling motor yang memiliki tagline The True Racing Spirit Catch It! tersebut.

Tapi sebelum itu, mari kita lihat apa saja perbedaan yang ditampilkan Honda pada motor yang dilepas dengan harga Rp 14 jutaan ini.

Dari bagian depan, tampang Honda Blade jelas tampak segar. Headlamp dengan dua lampu yang berpadu dengan lampu senja dan lampu sein yang berada di sayap motor tampak sporty.

Desain sayap yang futuristik juga tampak menjadi keunggulan tersendiri bagi motor yang pertama kali diluncurkan di Indonesia tersebut.

Di buritan, hadir lampu belakang yang tidak kalah futuristik meski desainnya sekilas mirip dengan rear lamp yang dimiliki oleh Honda Vario Techno.

Motor pun kami naiki. Dengan tubuh detikOto setinggi 170 cm dan jarak terendah ke tanah motor ini hanya 135 mm, kaki pengendara dapat dengan mantap menapak aspal.

Ketika kunci kontak diputar dan motor distarter, raungan mesin yang sudah dilengkapi dengan teknologi baru yakni HVIC alias Honda Variable ignition Control technology pun meraung lembut.

Posisi gigi dimasukkan ke gigi 1 dan motor pun tertarik maju. Respons pertama, motor ini tampak mantap dan responsif. Perpindahan gigi pun dapat terjadi dengan halus.

Motor berdimensi 1.898x709x1.08 mm ini pun berlari. Sesampai di 'sirkuit dadakan' yang dibuat Honda, handling Blade terasa nurut diajak bermanuver dan meliuk-liuk diantara cone yang menyulap lahan parkir menjadi sirkuit.

Ketika tikungan tajam di depan mata, kecepatan pun dikurangi, dan selepas tikungan itu, tampak akselerasi Honda Blade mampu bekerja maksimal dan membuat motor ini bisa langsung berlari lagi.

Pelindung blok mesin yang kini teraplikasi di motor ini pun membuat kaki pengendara nyaman karena mampu mereduksi panas mesin yang biasanya memberi 'banyak kehangatan' bagi kaki pengendara.

Hanya saja, posisi footstep motor ini terasa cukup dekat dengan aspal, sehingga ketika menikung tajam dengan kecepatan sedang, footstep tersebut menyentuh aspal.

Sayang, detikOto tidak dapat menggapai kecepatan puncak yang dimiliki motor bermesin 109,1 cc dengan daya maksimum 8,4 PS di 7.500 rpm dan torsi 0,83 Kgf.m di 5.500 rpm ini.

Bukan hanya tidak bisa menggapainya, karena pendeknya lahan yang disediakan, bahkan detikOto hanya bisa membawa motor ini hingga gigi 3 saja. Mungkin bila diberi kesempatan untuk mengetes motor ini di jalur yang lebih mumpuni, kemampuan asli motor ini dapat dikail.

Tapi secara keseluruhan dengan rupa baru, fitur baru dan harga yang lebih kompetitif dibanding lawannya, Honda Blade pantas untuk diintai terus oleh lawan-lawannya. Untuk konsumen, motor ini pun bisa jadi pilihan menarik bagi mereka yang berjiwa muda dan ingin tampil sporty


sumber : http://oto.detik.com/read/2011/07/28/182424/1691763/1217/test-ride-honda-blade-generasi-baru

Recent Posts Widget